Model Tiongkok memiliki akar budaya yang dalam, dan setiap desain memadukan estetika tradisional dan modern. Pakaian tradisional Tiongkok seperti cheongsam dan Hanfu telah diwariskan turun-temurun selama bertahun-tahun dan terus menjadi simbol kebanggaan budaya. Selain itu, pakaian modern yang terinspirasi oleh gaya tradisional Tiongkok juga semakin populer di industri mode global. Dalam artikel ini, kami menelusuri bagaimana budaya mode Tiongkok berkembang dan bagaimana pakaian tradisional Tiongkok tetap berpengaruh di dunia mode modern.
Sejarah Pakaian Tradisional Tiongkok
Pakaian tradisional Tiongkok memiliki sejarah yang sangat panjang, mewujudkan budaya dan nilai-nilai yang telah berkembang selama ribuan tahun. Semua etnis Tionghoa telah berkontribusi terhadap pengembangan mode, menciptakan gaya unik setiap era. Dua pakaian tradisional Tiongkok yang populer adalah cheongsam dan Hanfu.
Cheongsam:
Cheongsam adalah pakaian ketat yang pas di badan dan populer di kalangan wanita Tiongkok, terutama pada abad ke-20. Desainnya yang sederhana namun elegan serta potongan yang ramping menjadikannya simbol feminitas yang cantik dan glamor. Meskipun cheongsam berasal dari abad ke-17 pada masa Dinasti Qing, cheongsam mengalami perubahan signifikan pada abad ke-20, terutama setelah diadopsi di Shanghai sebagai simbol gaya hidup modern. Setelah banyak modifikasi, cheongsam sekarang menjadi pakaian pilihan untuk acara formal seperti pernikahan atau perayaan Tahun Baru Imlek.
Hanfu:
Hanfu adalah pakaian Cina yang lebih tua dari cheongsam, yang asal-usulnya berasal dari Dinasti Han (206 SM – 220 M). Pakaian tersebut terdiri dari jubah berbahu lebar dan ikat pinggang, melambangkan keindahan dan kedamaian. Di masa lalu, baik pria maupun wanita mengenakan henna dalam kehidupan sehari-hari, dengan jenis dan gaya yang berbeda-beda tergantung pada status sosial dan fungsi acara. Saat ini, semakin banyak anak muda yang ingin mewarisi budaya tradisional mulai mengenakan Hanfu.
Pengaruh budaya Tiongkok pada mode modern
Selain kostum tradisional, budaya Tiongkok juga semakin berpengaruh di dunia mode modern baik di dalam maupun luar negeri. Banyak desainer internasional yang terinspirasi oleh unsur-unsur tradisional Tiongkok, seperti warna, siluet, dan dekorasi, serta menggabungkan gaya modern.
Warna dan Simbolisme:
Merah, emas, dan hitam sering muncul dalam mode Tiongkok karena makna simbolis yang dimiliki warna-warna ini. Merah dianggap sebagai warna kebahagiaan dan kesejahteraan, sedangkan emas adalah simbol kekayaan dan kesejahteraan. Desainer Tiongkok dan internasional sering mengadopsi gaya ini untuk menciptakan pakaian yang tidak hanya cantik tetapi juga penting secara budaya. Motif Tradisional: Motif teratai, naga, dan phoenix sering digunakan dalam desain pakaian Cina untuk melambangkan keindahan, kekuatan, dan keberanian. Pola-pola ini bukan sekadar objek estetika, tetapi juga penuh dengan simbolisme filosofis dan spiritual.
Penggunaan tema ini dalam desain kontemporer membantu mempertahankan identitas budaya Tiongkok sekaligus menyediakan mode yang lebih dinamis.
Pakaian untuk acara-acara khusus:
Di Tiongkok, pakaian tradisional sering dipilih untuk perayaan penting, seperti pernikahan dan festival. Misalnya, gaun pengantin tradisional Cina yang dikenal sebagai cheongsam merah sering kali menyertakan hiasan dan desain rumit yang terinspirasi oleh Hanfu. Selain itu, banyak orang mengenakan pakaian tradisional untuk merayakan Tahun Baru Imlek atau festival budaya lainnya.
Mode Tiongkok di kancah internasional
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak desainer dan merek global yang mengambil inspirasi dari kostum tradisional Tiongkok untuk menciptakan desain yang lebih kreatif. Ini membuktikan bahwa budaya mode Tiongkok terus berkembang dan mendapat pengakuan internasional. Misalnya, Guo Pei, seorang desainer ternama yang dikenal dengan desainnya yang mewah dan visual, telah menarik perhatian dunia dengan koleksi yang menggabungkan elemen tradisional Tiongkok dengan gaya haute couture modern.
Selain itu, acara seperti Met Gala, yang sering menampilkan budaya Asia, juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap pakaian Tiongkok. Pada tahun 2015, Met Gala mengambil tema “China: Through the Looking Glass” dan mengundang banyak bintang untuk mengenakan kostum dengan desain gaya Tiongkok, menggabungkan sulaman naga, sutra, dan elemen lainnya, membawa budaya Tiongkok ke panggung dunia.